Mengenal Wakaf

 

Definisi Secara Bahasa dan Istilah
 Akar kata : waqafa-yaqifu- waqfan :al habs, berhenti, menghentikan, berdiam di tempat atau menahan sesuatu, menghalangi ‘ain (benda yg diwakafkan) utk dimiliki atau dibelanjakan.
 Muhammad Ibn Isma’il as-San’any: menahan harta yang mungkin diambil manfaatnya tanpa menghabiskan atau merusak bendanya dan digunakan untuk kebaikan.

 

Pendapat Ulama dan UU
 Jumhur Ulama: menahan harta yang memungkinkan diambil manfaatnya, tetap ‘ainnya, dibelanjakan oleh wakif (orang yang berwakaf) untuk mendekatkan diri kepada Allah.

 UU no. 41 Thn 2004 tentang Wakaf Pasal 1:
Perbuatan hukum wakif untuk memisahkan dan/atau menyerahkan sebagian harta benda miliknya untuk dimanfaatkan selamanya atau untuk jangka waktu tertentu sesuai dengan kepentingannya guna keperluan ibadah dan/atau kesejahteraan umum menurut syariah. Dengan diwakafkannya harta maka harta tsb lepas dari pemilikan wakif dan secara hukum menjadi milik Allah.

 

Dalil disyari’atkannya Wakaf

Dalam beberapa ayat Allah memerintahkan manusia berbuat baik /(maksudnya Wakaf menurut ulama tafsir).
 Q.S. al-Hajj (22) : 77:
يَا أَيُّهَا الَّذِينَ آمَنُوا ارْكَعُوا وَاسْجُدُوا وَاعْبُدُوا رَبَّكُمْ وَافْعَلُوا الْخَيْرَ لَعَلَّكُمْ تُفْلِحُون
 Q.S. al-Baqarah (2):267
يَا أَيُّهَا الَّذِينَ آمَنُوا أَنْفِقُوا مِنْ طَيِّبَاتِ مَا كَسَبْتُمْ وَمِمَّا أَخْرَجْنَا لَكُمْ مِنَ الْأَرْضِ وَلَا تَيَمَّمُوا الْخَبِيثَ مِنْهُ تُنْفِقُونَ
وَلَسْتُمْ بِآخِذِيهِ إِلَّا أَنْ تُغْمِضُوا فِيهِ وَاعْلَمُوا أَنَّ اللَّهَ غَنِيٌّ حَمِيدٌ
 Q.S. al-Imran (3):92:
لَنْ تَنَالُوا الْبِرَّ حَتَّىٰ تُنْفِقُوا مِمَّا تُحِبُّونَ وَمَا تُنْفِقُوا مِنْ شَيْءٍ فَإِنَّ اللَّهَ بِهِ عَلِيمٌ

إِذَا مَاتَ الْإِنْسَانُ انْقَطَعَ عَمَلُهُ إِلَّا مِنْ ثَلَاثَةٍ مِنْ صَدَقَةٍ جَارِيَةٍ وَعِلْمٍ يُنْتَفَعُ بِهِ وَوَلَدٍ صَالِحٍ يَدْعُو لَهُ

 

“ Dari abu Hurairah : Jika seseorang meninggal dunia, maka terputuslah amalannya kecuali tiga perkara (yaitu): sedekah jariyah, ilmu yang dimanfaatkan, atau do’a anak yang shalih” (HR. Muslim no. 1631)

 

Umar bin Khattab memiliki tanah di Khaibar. Ia menahan pokoknya & mensedekahkan hasilnya. Hadits tentang Usman bin Affan yg mewakafkan sumurnya untuk kemanfaatan orang banyak.