Panduan Wakaf

 

Rukun Wakaf
1. Orang yang mewakafkan hartanya (wakif)
2. Harta yang diwakafkan (Mauquf bih)
3. Tujuan wakaf (Mauquf ‘alaih )
4. Ikrar wakaf (Sighat wakaf )

 
Unsur Wakaf menurut Pasal 6 UUW
1. Wakif
2. Nazhir
3. Harta Benda Wakaf
4. Ikrar Wakaf
5. Peruntukan harta benda wakaf
6. Jangka waktu wakaf.

 
Syarat Orang yang mewakafkan hartanya (wakif)
1. Cakap dalam bertindak dalam melakukan tabarru’ (melepaskan hak milik tanpa mengharapkan imbalan materil).
2. Dapat mempertimbangkan baik buruk perbuatan yang dilakukannya.
3. Benar-benar pemilik harta yang diwakafkan itu.
4. Sudah baligh dan rasyid.

  • Baligh menitikberatkan pada usia.
  • Rasyid pada kecerdasan dan kematangan pertimbangan akal.

5. Tidak harus beragama Islam, asal tujuan wakafnya tidak bertentangan dengan ajaran Islam.
6. Tidak berhutang dan pailit kecuali atas izin orang yg memberi utang (golongan Hanafiyah).

 
Harta yang diwakafkan (Mauquf)
1. Benda yang diwakafkan harus mutaqawwim dan aqar.
Mutaqawwim adalah barang yang dimiliki seseorang dan boleh dimanfaatkan menurut syariat Islam dalam keadaan apapun.
Aqar adalah benda tidak bergerak dan dapat diambil manfaatnya.
Benda wakaf harus tetap zatnya dan dapat dimanfaatkan untuk jangka waktu yang lama, tidak habis sekali pakai serta dimanfaatkan sesuai dengan syariat Islam.
2. Benda yang diwakafkan harus jelas wujudnya dan pasti batas-batasnya.
3. Harta yang diwakafkan harus benar-benar kepunyaan wakif secara sempurna, bebas dari segala beban.
4. Benda yang diwakafkan harus kekal.

Imam Malik dan golongan Syi’ah Imamiah berpendapat: wakaf itu boleh dibatasi waktunya.

 

 

Mauquf ‘alaih (tujuan wakaf)
1. Tidak boleh bertentangan dengan syariat Islam
2. Untuk mendapatkan keridhoan Allah.
3. Untuk beribadah kepada Allah
4. Tujuan ini harus jelas, misalnya:

  • untuk kepentingan umum,
  • untuk kemashlahatan masyarakat,
  • untuk menolong fakir miskin,
  • untuk keperluan anggota keluarga.

 

 

Sighat wakaf (Ikrar wakaf)
1. Ikrar wakaf adalah pernyataan wakif yang merupakan tanda penyerahan barang atau benda yang diwakafkan dapat dilakukan secara lisan atau tertulis dengan dihadiri 2 orang saksi.
2. Dalam wakaf hanya ada ijab tanpa qabul.
3. Benda kembali menjadi hak milik mutlak Allah yang dimanfaatkan oleh orang-orang yang disebut dalam ikrar wakaf.
4. Saksi sebaiknya dibicarakan walau termasuk akad tabarru’ karena wakaf termasuk kategori maslahah mursalah.
Pernyataan wakif harus jelas yakni: melepaskan haknya atas pemilikan benda yang diwakafkan dan menentukan peruntukan benda.